DESAIN MESIN - PERTIMBANGAN DASAR

 PERTIMBANGAN DASAR DESAIN MESIN:



1. Daya dan Torsi: Tentukan daya dan torsi yang dibutuhkan berdasarkan aplikasi.

2. Jenis Mesin: Pilih jenis mesin (misalnya, inline, V, boxer, rotary) berdasarkan faktor-faktor seperti daya, pengemasan, dan kelancaran.

3. Jumlah Silinder: Pilih jumlah silinder (misalnya, 2, 4, 6, 😎 berdasarkan daya, kelancaran, dan efisiensi bahan bakar.

4. Kapasitas dan Langkah: Tentukan kapasitas (cc) dan langkah (mm) berdasarkan daya, torsi, dan efisiensi bahan bakar.

5. Rasio Kompresi: Pilih rasio kompresi berdasarkan jenis bahan bakar, daya, dan efisiensi.

6. Rangkaian Katup: Pilih konfigurasi rangkaian katup (misalnya, SOHC, DOHC, OHV) berdasarkan daya, efisiensi, dan pengemasan.

7. Sistem Bahan Bakar: Pilih sistem bahan bakar (misalnya, karburator, injeksi bahan bakar) berdasarkan daya, efisiensi, dan emisi.

8. Sistem Pengapian: Pilih sistem pengapian (misalnya, percikan, kompresi) berdasarkan jenis mesin dan bahan bakar.

9. Sistem Pendinginan: Pilih sistem pendingin (misalnya, udara, cairan) berdasarkan daya mesin, pengemasan, dan efisiensi.

10. Bahan dan Pembuatan: Pertimbangkan bahan (misalnya, aluminium, besi cor) dan proses produksi (misalnya, pengecoran, penempaan) berdasarkan kekuatan, berat, dan biaya.

11. Emisi dan Regulasi: Pastikan mesin memenuhi regulasi dan standar emisi.

12. Keandalan dan Daya Tahan: Desain untuk keandalan dan daya tahan berdasarkan faktor-faktor seperti perawatan, perbaikan, dan masa pakai.


Pertimbangan ini membentuk dasar desain mesin, dan menyeimbangkannya sangat penting untuk menciptakan mesin yang efisien, bertenaga, dan andal.

.