Fungsi sensor mesin dan kode-kodenya

Fungsi sensor mesin dan kode-kodenya.


Sensor mesin adalah perangkat elektronik yang mengumpulkan data tentang berbagai aspek pengoperasian mesin. Sensor ini memberikan informasi penting kepada unit kontrol mesin (ECU), yang kemudian menyesuaikan parameter kinerja mesin.

1. Sensor Aliran Udara Massal (MAF): Mengukur jumlah udara yang masuk ke mesin untuk
    menghitung injeksi bahan bakar yang tepat.
 - Efek dari Sensor yang Rusak: Efisiensi bahan bakar yang buruk, mesin tidak bekerja dengan baik
    saat diam, kehilangan tenaga.
 - Kode DTC: P0100-P0104, P1100-P1106.

2. Sensor Oksigen (O2): Memantau kadar oksigen dalam sistem pembuangan untuk menyesuaikan
   campuran bahan bakar agar pembakaran optimal.
- Efek dari Sensor yang Rusak: Efisiensi bahan bakar menurun, emisi meningkat, mesin tidak dapat
   menyala.
- Kode DTC: P0130-P0167.

3. Sensor Posisi Gas (TPS): Melacak posisi pelat gas untuk mengatur bukaan gas. - Efek Sensor
   yang Rusak: Akselerasi yang buruk, tersendat-sendat, putaran mesin tidak stabil.
- Kode DTC: P0120-P0124.

4. Sensor Suhu Pendingin (CTS): Mengukur suhu pendingin mesin untuk membantu pengiriman
   bahan bakar dan kontrol sistem pendinginan yang tepat.
- Efek Sensor yang Rusak: Mesin terlalu panas, pembacaan suhu yang tidak akurat, kesulitan
   menyalakan mesin.
- Kode DTC: P0115-P0119.

5. Sensor Posisi Poros Engkol (CKP): Mendeteksi kecepatan putaran dan posisi poros engkol
   untuk pengaturan waktu pengapian dan sinkronisasi injeksi bahan bakar.
- Efek Sensor yang Rusak: Mesin mati, kesulitan menyalakan mesin, misfire.
- Kode DTC: P0335-P0339.

6. Sensor Posisi Poros Bubungan (CMP): Menentukan posisi poros bubungan untuk injeksi bahan
  bakar dan pengaturan waktu pengapian yang tepat.
- Efek Sensor yang Rusak: Mesin tidak bekerja dengan baik, misfire, daya berkurang. 
- Kode DTC: P0340-P0344.

7. Sensor Ketukan (KS): Mengidentifikasi ketukan atau detonasi mesin, yang memungkinkan ECU
  untuk menyesuaikan waktu pengapian guna mencegah kerusakan.
- Efek dari Sensor yang Rusak: Tenaga mesin berkurang, konsumsi bahan bakar meningkat, potensi
  kerusakan mesin.
- Kode DTC: P0325-P0332.

8. Sensor Tekanan Absolut Manifold (MAP): Mengukur tekanan intake manifold untuk menghitung
  beban mesin dan menyesuaikan pengiriman bahan bakar.
- Efek dari Sensor yang Rusak: Akselerasi buruk, mesin tidak bekerja dengan baik, efisiensi bahan
   bakar menurun.
- Kode DTC: P0105-P0109.

9. Sensor Suhu Udara Masuk (IAT): Mengukur suhu udara masuk untuk menyesuaikan pengiriman
   bahan bakar dan waktu pengapian.
- Efek dari Sensor yang Rusak: Penghematan bahan bakar buruk, mesin tidak bekerja dengan baik,
   daya menurun.
- Kode DTC: P0110-P0114.

10. Sensor Posisi Pedal Gas (TPP): Mendeteksi posisi pedal gas untuk menentukan masukan
  pengemudi untuk kontrol gas.
- Efek Sensor yang Rusak: Respons mesin berkurang, aktivasi mode pincang, masalah akselerasi
   terputus-putus.
- Kode DTC: P2120-P2138.

Kode DTC yang disebutkan adalah referensi umum dan dapat bervariasi tergantung pada merek, model, dan tahun kendaraan.


.