Apa saja masalah umum transmisi otomatis?
1. Transmisi Selip: Ini terjadi ketika transmisi keluar dari gigi atau berpindah ke gigi yang berbeda tanpa peringatan apa pun. Hal ini dapat disebabkan oleh pita transmisi atau kopling yang aus, level cairan transmisi rendah, atau solenoid yang rusak.
2. Pengaktifan tertunda: Ini terjadi ketika transmisi membutuhkan waktu lama untuk aktif saat berpindah dari Park ke Drive atau Reverse. Hal ini dapat disebabkan oleh cairan transmisi rendah, solenoid yang rusak, atau kopling yang aus.
3. Kebocoran cairan transmisi: Kebocoran cairan transmisi dapat terjadi karena gasket, seal, atau wadah transmisi yang aus. Cairan transmisi rendah dapat menyebabkan masalah perpindahan gigi atau menyebabkan kerusakan pada transmisi.
4. Getaran atau goncangan: Hal ini dapat disebabkan oleh dudukan transmisi yang aus atau konverter torsi yang rusak. Hal ini juga dapat disebabkan oleh cairan transmisi yang kotor atau filter transmisi yang tersumbat.
5. Panas berlebih: Transmisi yang terlalu panas dapat menyebabkan kerusakan pada komponen internal dan menyebabkan masalah perpindahan gigi. Hal ini dapat disebabkan oleh rendahnya level cairan transmisi, sistem pendingin yang tidak berfungsi dengan baik, atau pendingin transmisi yang tersumbat.
6. Perpindahan gigi yang kasar: Ini terjadi ketika transmisi berpindah gigi secara tiba-tiba atau dengan hentakan. Hal ini dapat disebabkan oleh rendahnya level cairan transmisi, kopling yang aus, atau solenoid yang rusak.
7. Transmisi yang berisik: Transmisi yang berisik dapat disebabkan oleh bantalan, roda gigi, atau konverter torsi yang rusak. Hal ini juga dapat disebabkan oleh rendahnya level cairan transmisi atau filter transmisi yang tersumbat.
