1) KLEM MERAH KE TERMINAL POSITIF (+) AKI YANG MATI.
2) KLEM MERAH LAINNYA KE TERMINAL POSITIF (+) AKI YANG HIDUP (BAIK).
3) KLEM HITAM KE TERMINAL NEGATIF (-) AKI YANG BAIK.
4) KLEM HITAM LAINNYA KE BODI MOBIL.
5) NYALAKAN MOBIL DENGAN AKI YANG BAIK KEMUDIAN MOBIL DENGAN AKI YANG MATI.
Menyambungkan kabel negatif ke bodi mobil membantu mencegah percikan api di dekat aki yang mati. Jika aki yang mati rusak atau bocor gas (yang dapat terjadi pada aki timbal-asam), percikan api apa pun dapat menyulut gas, yang menyebabkan ledakan.
Bodi mobil merupakan titik referensi ground yang baik, dan menyediakan sambungan listrik yang kuat. Ini membantu memastikan bahwa proses jump-start efektif dan sistem kelistrikan dapat menangani beban. Jika Anda menyambungkannya langsung ke terminal negatif aki yang mati, ada risiko korsleting yang tidak disengaja, terutama jika terminal aki berkarat atau jika ada sambungan yang longgar. Dengan menyambungkannya ke bodi mobil, Anda meminimalkan risiko ini.
Menyambungkannya ke bodi memungkinkan aliran arus yang lebih efisien. Karena bodi mobil biasanya merupakan konduktor listrik yang besar, hal ini dapat membantu mendistribusikan arus secara lebih merata.
