MEMAHAMI RELAY 4-PIN - FUNGSI, APLIKASI, DAN PANDUAN PENGKABELAN

 ⚙️MEMAHAMI RELAY 4-PIN: 
FUNGSI, APLIKASI, DAN PANDUAN PENGKABELAN



Dalam dunia sistem kelistrikan otomotif yang berkembang pesat, komponen seperti relay 4-pin berfungsi sebagai komponen penting untuk fungsionalitas dan keselamatan kendaraan. Relay adalah perangkat elektromekanis yang menawarkan kemampuan unik untuk mengendalikan sirkuit arus tinggi dengan sinyal daya rendah, sehingga sangat diperlukan dalam berbagai aplikasi otomotif. Bagi teknisi, teknisi listrik, atau penggemar otomotif, memahami cara kerja relay 4-pin dan cara memasang kabelnya dengan benar merupakan pengetahuan penting untuk pemecahan masalah dan pengoptimalan sistem.



Relay 4-pin banyak digunakan di berbagai subsistem otomotif, mulai dari mengatur lampu depan dan klakson hingga mengatur mekanisme yang lebih kompleks seperti kipas pendingin dan motor starter. Fleksibilitas, keandalan, dan desainnya yang ringkas menjadikannya pilihan utama dalam sistem kelistrikan kendaraan modern. Namun, terlepas dari prevalensinya, relay terkadang dapat disalahpahami, dan pemasangan kabel yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan fungsi sistem atau, lebih buruk lagi, kerusakan komponen. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang fungsi relai, terminal, dan prosedur pemasangan kabel yang benar sangat penting untuk memastikan pengoperasian sistem kelistrikan kendaraan yang efisien dan aman.

Artikel ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mendalam tentang relai 4-pin, pentingnya relai, dan cara memasang kabelnya dengan benar. Kami tidak hanya akan membahas dasar-dasarnya tetapi juga mempelajari standar dan konvensi yang mengatur diagram pemasangan kabel relai, seperti standar DIN 72552 yang diakui secara internasional. Baik Anda teknisi listrik otomotif profesional atau penghobi yang mengerjakan kendaraan Anda sendiri, menguasai relai 4-pin adalah kunci untuk membuka potensi penuh sistem kelistrikan mobil Anda.

Jadi, dalam panduan ini, mari kita lihat lebih dekat relai otomotif umum dan diagram pemasangan kabel relai.



⚙️MEMAHAMI DIAGRAM RELAI

Saat bekerja dengan diagram pemasangan kabel relai, memahami simbol-simbolnya penting. Simbol relai mungkin tampak rumit pada awalnya, tetapi simbol-simbol tersebut mengikuti konvensi standar yang membuatnya lebih mudah ditafsirkan setelah Anda memahaminya. 

⚙️APA ITU RELAY DAN BAGAIMANA CARA KERJANYA?

Relay adalah sakelar yang dioperasikan secara elektrik. Umumnya, relay menggunakan elektromagnet (kumparan) untuk mengoperasikan mekanisme sakelar mekanis internal (kontak). Saat kontak relay terbuka, relay akan menghidupkan daya untuk sirkuit saat kumparan diaktifkan.

Apa itu Relay 4-Pin?

Relay 4-pin adalah sakelar elektromekanis yang mengontrol aliran arus antara dua sirkuit. Relay terdiri dari empat terminal: dua terminal kumparan dan dua terminal sakelar. Kumparan diberi energi saat arus kecil mengalir melaluinya, mengaktifkan sakelar untuk memungkinkan arus yang lebih besar mengalir di sirkuit utama.



⚙️DIAGRAM PENGKABELAN RELAY OTOMOTIF 12V

Diagram pengkabelan relai otomotif tidak rumit, sangat mudah. ​​Yang perlu Anda ketahui hanyalah dasar-dasar skema pengkabelan relai mobil.

Di bagian ini, saya akan menjelaskan diagram kelistrikan 12 volt dari relai mobil empat dan lima pin. Tetaplah bersama saya, di sini saya akan memberikan sedikit latar belakang tentang titik sambungan relai mobil.

Pada abad lalu, Jerman membuat organisasi bernama DIN Standard. DIN merupakan singkatan dari Deutsches Institut fΓΌr Normung yang berarti Institut Standardisasi Jerman. Organisasi nasional ini memberikan nomor standar (dikenal sebagai Standar DIN) untuk hampir setiap bidang teknologi, yang mencakup hampir tiga puluh ribu Nomor DIN. Organisasi DIN juga memberikan kode DIN standar untuk kendaraan bermotor.

Kode standar untuk titik sambungan listrik dikenal sebagai standar DIN 72552 dan hampir diterima di seluruh dunia. DIN menstandardisasi hampir setiap titik sambungan pada mobil dengan kode. Di sini kita hanya akan membahas titik sambungan relai. Berikut adalah diagram rangkaian relai mobil empat dan lima pin.




Menurut Standar DIN 72552, setiap pin relai diberi nomor 85, 86, 30, 87, dan 87a.

Anda perlu tahu bahwa relai memiliki dua sirkuit, sirkuit koil (juga disebut "sirkuit arus rendah", atau "sirkuit induktif"), dan sirkuit ampere tinggi. Dalam relai, pin 85 dan 86 dianggap sebagai pin sirkuit koil sementara pin 30, 87, dan 87(a) dianggap sebagai sirkuit ampere tinggi.

Nomor Pin Sirkuit Koil

-85 dan +86 disebut terminal koil. Biasanya, satu terminal -85 diberi sumber daya ground, dan titik koneksi +86 diberi sumber energi panas, untuk membuat sirkuit lengkap. Dioda digunakan di seluruh sirkuit induktif (sirkuit koil) dalam relai untuk menghindari lonjakan tegangan tinggi.

Nomor Pin Sirkuit Ampere Tinggi

Terminal 30 dianggap sebagai titik koneksi umum. Daya 12 volt masuk ke relai melalui titik koneksi ini (bisa disebut Kabel Daya Masuk).

Dan kabel kedua dari terminal sirkuit arus atau ampere tinggi 87 mendapat daya dari relai dan mengirimkannya ke komponen (bisa disebut Kabel Daya Keluar).

Ada juga kabel ketiga yang masuk dalam sirkuit arus tinggi relai 5-pin, yang disebut terminal 87a. Ini adalah terminal kelima tambahan, yang tidak umum digunakan dalam relai mobil. Ini digunakan untuk sirkuit yang membutuhkan daya saat relai tidak diaktifkan. 


⚙️DIAGRAM KABEL RELAY 4 PIN πŸ‘Œ

Pada skema relay empat pin, terdapat empat titik koneksi, dua titik koneksi untuk rangkaian induktif, dan dua untuk rangkaian arus tinggi. Dua titik koneksi rangkaian induktif adalah 85 dan 86, di mana titik koneksi 85 adalah kontak negatif koil relay, dan terminal 86 adalah kontak positif koil relay.


Demikian pula, dua titik koneksi rangkaian arus tinggi adalah 30 & 87 di mana titik koneksi 30 adalah kontak umum, yang berarti itu adalah kontak input, melalui titik koneksi ini arus masuk ke relay apakah itu positif atau negatif tergantung pada permintaan sumber energi.


Dan titik koneksi 87 dari relay adalah kontak yang biasanya terbuka dan tertutup saat relay dinyalakan. Ini juga disebut titik koneksi output, yang berarti arus keluar dari relay melalui titik koneksi ini ke komponen. 


⚙️DIAGRAM PENGKABELAN RELAI 5 PIN πŸ‘Œ

Pada relai lima pin, terdapat lima terminal, dua titik sambungan untuk rangkaian induktif, dan tiga titik sambungan untuk rangkaian arus tinggi. Dua kabel rangkaian induktif adalah terminal 85 & 86, di mana terminal 85 dianggap sebagai terminal negatif dan titik sambungan 86 dianggap sebagai terminal positif.


Pada relai lima pin, terdapat lima terminal, dua titik sambungan untuk rangkaian induktif, dan tiga titik sambungan untuk rangkaian arus tinggi. Dua kabel rangkaian induktif adalah terminal 85 & 86, di mana terminal 85 dianggap sebagai terminal negatif dan titik sambungan 86 dianggap sebagai terminal positif.



Rangkaian arus tinggi relai lima pin terdiri dari tiga titik sambungan 30, 87, dan 87a. Titik sambungan 30 adalah kontak umum, daya baterai mengalir melalui titik sambungan ini ke baterai. titik koneksi 87 adalah kontak terbuka dan selalu terbuka, dan tertutup saat relai dinyalakan. Daya keluar melalui titik koneksi ini ke komponen saat relai dinyalakan.

... Rangkaian kumparan tersebut menggunakan arus hampir 0,5 amp, yang tidak membebani sakelar lampu, sehingga tidak akan membakar sakelar lampu.

Jadi, saat rangkaian induktif diaktifkan, rangkaian ampere tinggi akan membuat kontak, dan arus akan langsung mengalir dari sambungan baterai kotak sekring ke lampu dan bohlam lampu akan menyala.


⚙️DIAGRAM KABEL RELAY 4 PIN UNTUK Klakson

Di atas adalah diagram kabel relai 4 pin klakson. Titik sambungan rangkaian induktif relai 86 dihubungkan ke sumber energi positif baterai, sedangkan titik sambungan negatif 85 dihubungkan ke bantalan klakson roda kemudi, yang merupakan sumber energi ground.

Dan titik sambungan 30 dari rangkaian ampere tinggi relai klakson dihubungkan dengan kabel sekering dari kotak sekring, sedangkan titik sambungan 87 dari rangkaian ampere tinggi dihubungkan ke klakson. 

πŸ–Š️CATATAN:

Sumber energi apa pun (tegangan positif atau negatif) yang Anda berikan ke titik koneksi umum dari sirkuit ampere tinggi terminal 30. Daya tersebut akan dikeluarkan ke titik koneksi 87 atau 87a dari kabel beban.

Misalnya, jika Anda memberikan titik koneksi 30 sumber energi panas. Dalam keadaan tidak berenergi, relai akan memberi daya pada sumber energi panas ke titik koneksi 87(a) sementara dalam keadaan berenergi, relai akan mengeluarkan sumber energi panas ke titik koneksi 87.


⚙️HAL YANG SAMA JUGA BERLAKU UNTUK SUMBER ENERGI GROUND.

Cara yang Baik untuk Mengingat Diagram Pengkabelan Relai

Beberapa orang mengalami kesulitan mengidentifikasi nomor pin dan titik koneksi. Saya menggunakan teknik yang membantu saya mengingat titik koneksi pin.


⚙️APLIKASI DAN PENTINGNYA:

Relai 4-pin banyak digunakan dalam sistem otomotif karena keserbagunaan dan keandalannya. Beberapa aplikasi utamanya meliputi:


πŸ–Š️1. Lampu Depan: Mengontrol pasokan daya ke lampu depan, mencegah kerusakan akibat aliran arus yang berlebihan.


πŸ–Š️2. Klakson: Relai memungkinkan klakson menarik daya langsung dari baterai, memastikan suara yang keras dan efisien.


πŸ–Š️3. Kipas Pendingin: Dalam sistem pendingin mesin, relai mengatur pengoperasian kipas pendingin, mencegah panas berlebih.


πŸ–Š️4. Motor Starter: Membantu menyalakan mesin dengan menyediakan arus tinggi ke motor starter. ⚙️CARA MENGHUBUNGKAN RELAY 4-PIN:


πŸ–Š️ LANGKAH 1: Identifikasi terminal:

Relay memiliki empat terminal yang diberi label sebagai berikut:

Terminal 30: Kontak umum (C1)

Terminal 85: Kumparan (-)

Terminal 86: Kumparan (+)

Terminal 87: Kontak normal terbuka (N/O)


πŸ–Š️ LANGKAH 2: Hubungkan sumber daya:

Hubungkan terminal positif sumber daya (biasanya baterai kendaraan) ke terminal 86 dan terminal negatif ke terminal 85.

πŸ–Š️ LANGKAH 3: Hubungkan beban:

Hubungkan beban (misalnya, lampu depan, klakson, kipas pendingin) ke terminal 87.

πŸ–Š️ LANGKAH 4: Hubungkan relai ke ground:

Buat koneksi ground antara casing logam relai dan sasis kendaraan untuk memastikan pengoperasian yang tepat. πŸ–Š️ LANGKAH 5: Uji sirkuit:

Sebelum menyelesaikan pemasangan, uji relai dan sirkuit untuk memverifikasi fungsionalitas dan mengatasi masalah potensial apa pun.


⚙️TIPS UNTUK PENGGUNAAN YANG AMAN:

Selalu gunakan relai dengan peringkat arus yang sesuai untuk aplikasi tertentu.

Pastikan isolasi yang tepat dan sambungan yang aman untuk mencegah bahaya listrik.

Periksa relai dan kabel terkait secara teratur untuk mengetahui tanda-tanda keausan atau kerusakan.

Biasanya, nomor pin relai adalah 30, 85, 86, dan 87 (Pada Relai Empat Pin). Di sini, sisihkan titik sambungan 30 untuk sementara, lalu titik sambungan yang tersisa adalah 85, 86, dan 87. Sekarang, asumsikan bahwa 85 & 86 adalah nomor awal pada titik sambungan di atas dan juga ambil rangkaian induktif relai sebagai rangkaian awal.

Sekarang, ingatlah bahwa nomor awal mewakili rangkaian awal. Artinya, titik sambungan 85 & 86 mewakili rangkaian induktif. Jadi, setiap kali Anda mendengar tentang rangkaian induktif, ingatkan diri Anda bahwa itu berarti titik koneksi 85 & 86.

Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah mengingat nomor pin rangkaian induktif. Terakhir, dua titik koneksi yang tersisa 30 & 87 adalah untuk rangkaian listrik berarus tinggi. Di mana titik koneksi 30 mewakili kabel umum dan titik koneksi 87 adalah kabel daya keluar atau kabel beban.


⚙️PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN


πŸ–Š️1. BAGAIMANA RELAY 4 PIN DIKABELKAN?

JAWABAN

Menggunakan relay adalah cara yang efektif dan efisien untuk mengendalikan rangkaian listrik pada tegangan rendah tanpa harus menggunakan arus searah. Relay empat pin biasanya dikabelkan dengan 2 pin (85 & 86) yang terhubung ke konduktor kumparan, satu untuk daya dan yang lainnya ke tanah. Dua pin lainnya (30 & 87) mengalihkan daya pada satu rangkaian. Ada dua jenis relay empat pin yang tersedia, pin normal terbuka dan pin normal tertutup. Jika Anda menginginkan relai yang biasanya tertutup, Anda harus menyambungkan kabel ke 87(a). Jika Anda menginginkan relai yang biasanya terbuka, Anda harus menyambungkan kabel ke 87.


πŸ–Š️2. APA SAJA 4 TERMINAL RELAI?

JAWABAN

Relai 12v biasanya memiliki empat terminal, berlabel 85, 86, 30, dan 87. Titik koneksi 85 adalah untuk tegangan kontrol (kontak negatif) dan titik koneksi 86 adalah untuk tegangan kontrol (kontak positif) kembali. Titik koneksi 30 adalah untuk catu daya utama (kontak umum) dan titik koneksi 87 adalah daya utama (kontak yang biasanya terbuka) kembali. Bergantung pada jenis relai, titik koneksi tambahan mungkin tersedia untuk aplikasi khusus.


πŸ–Š️3. APA FUNGSI PIN 30 DAN 87 PADA RELAI?

JAWABAN

Pin 30 & 87 adalah pin kontak yang digunakan untuk menyalakan sakelar antara sirkuit ganda. Saat relai dalam keadaan diam, pin 87 biasanya terbuka dan pin 87(a) biasanya tertutup. Saat koil diberi daya menggunakan pin 85 & 86, pin 30 terhubung ke pin 87(a), melengkapi rangkaian.


πŸ–Š️4. YANG MANA PIN POSITIF PADA RELAY?

JAWABAN

Pin positif pada relay umumnya disebut sebagai pin 86. Pin ini berfungsi sebagai komponen integral dari sistem kelistrikan perangkat. Pin ini bertanggung jawab untuk menghubungkan pin yang biasanya terbuka dan yang biasanya tertutup. Lebih khusus lagi, tujuannya adalah untuk melengkapi rangkaian antara sistem kontrol dan beban, sehingga memungkinkan dimulainya operasi pengalihan.


πŸ–Š️5. APA ARTI 30 PADA RELAY?

JAWABAN

Pin 30 pada relay dapat dipahami sebagai pin catu daya, yang biasanya terhubung ke tegangan baterai atau sumber tegangan DC lainnya. Pin ini menyediakan tegangan operasional yang diperlukan. Perlu dicatat bahwa meskipun pin 30 mungkin tidak digunakan di semua relay, biasanya ditemukan pada relay kutub tunggal (SPST) dan kutub tunggal (SPDT) standar yang digunakan dalam banyak aplikasi.


πŸ–Š️6. APA ARTI 87a PADA RELAY?

JAWABAN

87(a) pada relay adalah sebutan untuk kontak yang biasanya tertutup, yang merupakan salah satu dari dua jenis kontak yang terdapat pada relay. Kontak ini memungkinkan arus mengalir saat kumparan relay tidak diberi energi dan terbuka saat kumparan relay dihidupkan. Kontak ini berfungsi sebagai sakelar, yang memungkinkan listrik mengalir dari satu titik ke titik lain saat rangkaian dalam keadaan mati.


⚙️APA PERBEDAAN ANTARA RELAY 4 DAN 5 PIN?

πŸ–Š️JAWABAN

Perbedaan antara relay 4 atau 5 pin adalah sebagai berikut. Relay 4-pin digunakan untuk mengendalikan satu rangkaian, sedangkan relay 5-pin mengalihkan daya antara dua rangkaian. Relay 4-pin berfungsi sebagai sakelar ON/OFF daya tinggi, sedangkan relay 5-pin menyertakan pin tambahan '87a' atau Biasanya Tertutup (NC). Titik koneksi di bagian luar relai mini 4 dan 5 pin menyediakan koneksi listrik yang baik, namun, kipas mungkin tidak menyala dengan 'kunci menyala' jika relai tidak mengikuti 'norma' DIN untuk pin-out.


⚙️KESIMPULAN

Relai 4 pin merupakan komponen yang sangat diperlukan dalam sistem kelistrikan otomotif, yang menyediakan metode yang efisien, andal, dan aman untuk mengendalikan sirkuit arus tinggi dengan input minimal dari sirkuit kontrol. Memahami fungsi, kabel, dan aplikasinya sangat penting bagi siapa pun yang terlibat dalam perawatan otomotif atau perbaikan listrik. Dari mengelola catu daya hingga sistem vital seperti lampu depan, kipas pendingin, dan motor starter, relai 4 pin memastikan bahwa kendaraan beroperasi dengan lancar dan efektif.

Dengan mematuhi praktik pemasangan kabel standar, seperti yang diuraikan oleh standar DIN 72552, dan memastikan isolasi dan integritas koneksi yang tepat, teknisi dapat menjamin umur panjang dan keandalan sistem yang mereka kerjakan. Selain itu, mengenali pentingnya setiap terminal relai dan memahami bagaimana mereka berinteraksi dengan berbagai sirkuit adalah kunci untuk mendiagnosis dan menyelesaikan masalah kelistrikan secara efisien.

Seiring kendaraan terus berkembang dengan sistem kelistrikan yang lebih canggih, peran relai akan tetap menjadi pusat untuk memastikan distribusi daya listrik yang aman dan efektif. Baik pada kendaraan tradisional maupun model listrik yang lebih baru, relai 4-pin akan terus berfungsi sebagai komponen penting. Oleh karena itu, menguasai prinsip-prinsip pemasangan kabel dan pengoperasian relai tidak hanya memastikan keberhasilan langsung dalam perbaikan dan perawatan kendaraan tetapi juga mempersiapkan Anda untuk tuntutan teknologi otomotif masa depan.

Pada akhirnya, pemahaman yang kuat tentang fungsi relai 4-pin dan praktik pemasangan kabel yang tepat merupakan aset berharga bagi teknisi listrik otomotif mana pun, yang membantu menjaga kinerja dan keselamatan kendaraan sekaligus melindungi komponen kelistrikan dari potensi kerusakan.

.