Suspensi mobil dirancang untuk membantu memaksimalkan jumlah gesekan antara ban dan jalan. Hal ini membantu membuat perjalanan mobil lebih nyaman, serta memastikan stabilitas kemudi dan pengendalian yang baik bagi pengemudi.
Jalanan penuh dengan ketidaksempurnaan, jadi sistem suspensi harus dirancang untuk menanganinya dan menopang kendaraan. Suspensi membantu menyerap energi dari ban agar bodi dan rangka mobil tetap stabil.
Sistem suspensi merupakan bagian dari sasis, yang merupakan rangka dan bagian bawah kendaraan. Bodi mobil dipasang pada sasis.
📌 Banyak komponen yang menyusun sistem suspensi, termasuk:
1. Pegas koil: Pegas koil adalah bagian yang membantu menyerap benturan saat mobil melaju melewati gundukan, membantu menyerap gerakan roda.
2. Peredam kejut: Bagian ini bekerja bersama pegas koil dan membantu mengendalikan benturan dari pegas tersebut. Peredam kejut juga membantu memastikan bahwa ban bersentuhan dengan permukaan jalan.
3. Struts: Ini adalah bagian struktural dari suspensi. Struts sering kali menggabungkan beberapa bagian suspensi dalam satu rakitan, yang meliputi shock absorber dan pegas koil. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang perbedaan antara shock absorber dan struts di sini.
4. Control arms: Control arms adalah penghubung yang menghubungkan rangka kendaraan ke buku jari kemudi atau rakitan hub roda. Lengan ini bergerak naik dan turun bersama pegas saat mobil melewati gundukan atau bahaya lainnya, membantu ban mempertahankan kontak.
5. Ball joint: Ball joint adalah bagian penting yang membantu kendaraan berbelok ke kiri dan kanan untuk berbelok. Sendi ini juga membantu lengan kontrol dengan gerakan naik-turunnya.
Sama seperti banyaknya bagian suspensi mobil yang berbeda, ada juga berbagai jenis sistem suspensi.
📌 Jenis utamanya meliputi:
1. Dependent: Memanfaatkan as roda kaku yang membentang di sepanjang lebar rangka mobil untuk menghubungkan dua roda di depan dan dua roda di belakang. Jenis sistem ini bekerja lebih baik di medan yang kasar karena roda berbagi gesekan. Hal ini umum terjadi pada kendaraan beban berat. 2. Independen: Setiap roda memiliki rakitan suspensi dan dapat bergerak secara independen tanpa memengaruhi roda lainnya. Sistem ini menawarkan pengendaraan yang lebih mulus dan umum digunakan pada kendaraan penumpang modern.
