Penjelasan tentang Transmisi CVT
CVT adalah continuously variable transmission ( transmisi variabel kontinu.)
Prinsip utama CVT adalah menyediakan rasio gigi yang jumlahnya tak terbatas antara batas minimum dan maksimum, tanpa langkah gigi yang terpisah.
Alih-alih menggunakan jumlah gigi yang tetap seperti pada transmisi tradisional, CVT menggunakan sistem sabuk, katrol, atau rantai untuk menyediakan transisi yang halus dan mulus antara rasio gigi.
CVT terdiri dari dua komponen utama: katrol penggerak (terhubung ke mesin) dan katrol yang digerakkan (terhubung ke roda).
Katrol penggerak dan katrol yang digerakkan dihubungkan dengan sabuk atau rantai.
Katrol penggerak dan katrol yang digerakkan memiliki diameter yang dapat disesuaikan, yang dapat mengubah rasio gigi efektif.
Katrol menyesuaikan diameternya berdasarkan masukan dari posisi gas, kecepatan kendaraan, dan faktor-faktor lainnya.
Saat pengemudi berakselerasi, katrol penggerak berkontraksi sementara katrol yang digerakkan mengembang, menciptakan rasio gigi yang lebih tinggi untuk meningkatkan kecepatan.
Sebaliknya, saat pengemudi mengurangi kecepatan atau membutuhkan torsi lebih besar, katrol penggerak mengembang sementara katrol yang digerakkan berkontraksi, sehingga rasio gigi menjadi lebih rendah.
Penyetelan diameter katrol yang terus-menerus memungkinkan mesin beroperasi pada kecepatan dan efisiensi optimal untuk berbagai kondisi berkendara.
CVT dirancang untuk memberikan penyaluran daya yang halus dan tanpa gangguan, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk perpindahan gigi tradisional.
Beberapa CVT juga menggabungkan sistem kontrol elektronik untuk lebih mengoptimalkan kinerja dan efisiensi bahan bakar.
CVT umumnya digunakan pada mobil penumpang, terutama pada kendaraan yang lebih kecil dan lebih hemat bahan bakar, di mana kemampuannya untuk mempertahankan mesin pada rentang operasi paling efisien dapat menghasilkan penghematan bahan bakar yang lebih baik.


