Efek squat kapal

Efek squat terjadi saat kapal bergerak di perairan dangkal dengan kecepatan tertentu, yang menyebabkannya tenggelam lebih dalam dari biasanya dan berpotensi memengaruhi stabilitas serta kemampuan manuvernya. Efek ini diakibatkan oleh perubahan tekanan air dan aliran di sekitar lambung kapal, terutama di saluran yang sempit atau dangkal.



Aspek Utama Efek Squat:

1. Jarak Bebas Bawah Lunas yang Berkurang: Saat kapal bergerak lebih cepat di perairan dangkal, tekanan air berkurang di sekitar lambung kapal, yang menyebabkan kapal "squat" atau tenggelam lebih dalam di air. Hal ini mengurangi jarak bebas bawah lunas (jarak antara lunas kapal dan dasar laut) dan meningkatkan risiko kandas.

2. Squat Haluan atau Buritan: Bergantung pada desain dan kecepatan kapal, squat dapat terjadi di haluan, buritan, atau keduanya. Misalnya:

• Kapal yang lebih besar (misalnya, kapal tanker) sering mengalami squat buritan.

• Kapal yang ramping mungkin mengalami squat haluan. 3. Peningkatan Hambatan dan Penurunan Kemampuan Manuver: Efek squat meningkatkan hambatan hidrodinamik, yang dapat mengurangi kecepatan kapal dan membuat kemudi lebih sulit, terutama di saluran sempit atau dangkal.

4. Hubungan dengan Kecepatan: Efek squat tumbuh secara eksponensial seiring kecepatan di perairan dangkal. Mengurangi kecepatan secara signifikan meminimalkan squat, sehingga penting bagi kapal untuk bernavigasi dengan hati-hati dan pada kecepatan yang lebih rendah di area ini.


Pentingnya Efek Squat:

Memahami dan memperhitungkan efek squat sangat penting untuk navigasi yang aman, terutama di pelabuhan dangkal, sungai, atau saluran yang risiko kandasnya lebih tinggi. Menyesuaikan kecepatan dan memantau kedalaman air dan jarak bebas di bawah lunas dengan saksama membantu meminimalkan efek dan menjaga kapal tetap aman.

.