HAL YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA GYROCOMPASS MALFUNGSI

APA YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA GYROCOMPASS MALFUNGSI SAAT BERJALAN?


Jika gyrocompass malfungsi, ia dapat menampilkan arah yang salah atau gagal beroperasi sepenuhnya, yang memengaruhi navigasi yang aman dan akurat.



Berikut ini cara kerja kesalahan gyro dan prosedur lainnya dalam situasi seperti itu:

1. Mengenali Malfungsi Gyrocompass

- Tampilan Tidak Tetap atau Beku**: Gyro dapat menunjukkan gerakan tidak tetap, arah yang beku, atau pergerakan yang terasa lebih cepat dari biasanya.

- Kesalahan Besar atau Tidak Biasa**: Jika kesalahan gyro yang dihitung (selisih antara arah gyro dan arah sebenarnya yang diketahui) tiba-tiba menjadi sangat besar atau tidak konsisten, ini dapat mengindikasikan malfungsi.

- Perbandingan dengan Kompas Magnetik**: Navigator sering membandingkan pembacaan gyrocompass dengan arah kompas magnetik untuk memverifikasi akurasi gyro. Penyimpangan yang signifikan dapat menunjukkan masalah gyro. 


2. Langkah-langkah yang Harus Diambil Saat Gyrocompass Tidak Berfungsi

- Beralih ke Kompas Cadangan:

Sebagian besar kapal dilengkapi dengan kompas magnetik atau sistem cadangan lain yang tidak bergantung pada komponen listrik atau mekanis, seperti kompas fluxgate.

- Kalibrasi Ulang atau Reset:

Jika memungkinkan dan aman, gyrocompass dapat direset atau dikalibrasi ulang sesuai dengan prosedur operasional kapal dan petunjuk pabrik.

- Gunakan Penyesuaian Kesalahan Gyro yang Diketahui (jika gyro masih berfungsi):

Jika gyro masih berfungsi tetapi memiliki kesalahan yang konsisten dan dapat diprediksi (misalnya, secara konsisten meleset 10 derajat), navigator dapat terus menggunakannya dengan hati-hati dengan menerapkan kesalahan gyro setiap saat.


Namun, ini hanya solusi sementara hingga gyro dapat diperbaiki atau diganti.

- Manfaatkan Alat Bantu Navigasi Lainnya:

Jika terjadi kegagalan gyro total, navigator dapat lebih mengandalkan GPS, radar, dan navigasi langit (jika tersedia) untuk mengonfirmasi posisi dan arah kapal. 


3. Menggabungkan Kesalahan Gyro dengan Kompas Alternatif

- Penyesuaian Kompas Magnetik:

Kompas magnetik menunjuk ke utara magnetik, bukan utara sebenarnya.

Untuk mempertahankan arah yang akurat tanpa gyrocompass, navigator harus menerapkan koreksi *variasi* (perbedaan antara utara magnetik dan utara sebenarnya, yang bervariasi menurut lokasi) alih-alih kesalahan gyro.

- Merekam Deviasi:

Jika menggunakan kompas magnetik, *tabel deviasi* kapal (khusus untuk gangguan magnetik kapal itu sendiri) harus dikonsultasikan untuk memperhitungkan setiap deviasi magnetik pada arah kompas.

Ini memastikan arah tetap sedekat mungkin dengan arah sebenarnya.


4. Menggunakan Dead Reckoning (DR) dan Estimasi Posisi

- Plotting Lintasan Manual:

Tanpa gyrocompass yang berfungsi, navigator mungkin perlu mengandalkan *dead reckoning*, yang melibatkan plotting lintasan berdasarkan posisi, kecepatan, dan waktu sebelumnya.

Pemutakhiran rutin pada estimasi posisi kapal membantu mempertahankan navigasi yang akurat hingga gyrocompass beroperasi kembali. - Peningkatan Verifikasi Posisi:

Penggunaan penanda, radar, atau GPS secara berkala untuk memverifikasi posisi kapal sangatlah penting, karena perhitungan posisi kapal akan menjadi kurang akurat seiring berjalannya waktu tanpa arah yang benar.


5. Protokol Keselamatan dan Kepatuhan

- Ikuti Pedoman IMO untuk Kerusakan Peralatan:

Organisasi Maritim Internasional (IMO) memberikan panduan tentang penanganan kerusakan peralatan navigasi, termasuk melaporkan masalah tersebut jika diperlukan.

Protokol keselamatan juga dapat mewajibkan kapal lain atau otoritas pelabuhan terkait untuk diberitahu, terutama jika kerusakan tersebut menimbulkan risiko.

- Pencatatan Kerusakan dan Tindakan Perbaikan:

Kerusakan tersebut harus didokumentasikan dalam catatan kapal, bersama dengan tindakan perbaikan yang diambil. Catatan ini penting untuk kepatuhan dan bagi awak kapal untuk melacak masalah yang berulang.


Ringkasan

Jika terjadi kerusakan giroskop, navigator harus beralih ke sistem cadangan, menerapkan penyesuaian variasi dan deviasi dengan hati-hati, dan menggunakan alat bantu navigasi alternatif untuk menjaga keselamatan dan akurasi. Verifikasi posisi yang konsisten dan pencatatan semua penyesuaian sangat penting untuk mengkompensasi hilangnya giroskop hingga perbaikan dilakukan.


.