Kode warna sistem perpipaan di atas kapal sangat penting untuk keselamatan dan identifikasi cepat berbagai jenis cairan atau gas. Setiap jenis pipa dicat dengan warna tertentu untuk menunjukkan isinya, membantu anggota kru memahami potensi bahaya dan mengelola sistem dengan aman. Berikut panduan umum berdasarkan standar maritim yang umum:
1. Bahan Bakar Minyak (FO) - Cokelat
• Digunakan untuk pipa yang membawa bahan bakar minyak, seperti bahan bakar minyak berat, solar, dan jenis bahan bakar lainnya.
• Sering ditandai dengan pita hitam atau garis hitam.
2. Minyak Pelumas (LO) - Kuning
• Untuk pipa yang membawa minyak pelumas yang digunakan dalam mesin dan permesinan.
• Ditandai dengan pita hitam atau cokelat untuk memudahkan pembedaan.
3. Air Tawar (FW) - Hijau
• Warna ini ditujukan untuk saluran air tawar, termasuk air minum dan air rumah tangga.
• Terkadang ditandai dengan pita putih atau biru.
4. Air Laut (SW) - Hijau dengan Garis Hitam
• Air laut yang digunakan untuk pendinginan dan pemadaman kebakaran dilambangkan dengan dasar hijau dan garis hitam.
• Ini membantu membedakannya dari air tawar.
5. Uap - Putih
• Pipa uap, yang sering digunakan dalam sistem lama atau ruang mesin, dicat putih.
• Mudah dikenali untuk menghindari kontak yang tidak disengaja.
6. Udara Terkompresi (CA) - Biru Muda
• Untuk udara terkompresi yang digunakan dalam berbagai sistem kapal, termasuk udara untuk menyalakan mesin.
• Mungkin memiliki garis atau label yang berbeda untuk menunjukkan tekanan tinggi atau rendah.
7. Sistem Pemadam Kebakaran - Merah
• Sistem air pemadam kebakaran atau darurat ditandai dengan warna merah.
• Ini termasuk pipa utama pemadam kebakaran, hidran, dan persediaan air darurat.
8. Air Bilge - Hitam
• Pipa air bilge, yang menangani air berminyak, umumnya dicat hitam.
• Mencegah pencampuran dengan sistem air lain di atas kapal.
9. Oli Hidrolik (HO) - Oranye
• Digunakan untuk sistem hidrolik di kapal.
• Ditandai dengan pita hitam atau putih untuk menunjukkan jenis oli dan menghindari kebingungan.
10. Limbah (Sistem Sanitasi) - Abu-abu
• Pipa limbah atau air limbah ditandai dengan warna abu-abu.
• Pewarnaan ini memberi tahu personel tentang potensi bahaya.
11. Refrigeran - Ungu
• Untuk sistem refrigerasi, biasanya dicat dengan warna ungu.
• Memastikan pembedaan yang jelas dari cairan lain.
12. Gas Inert (IG) - Kuning Muda/Coklat Muda
• Gas inert yang digunakan untuk tangki kargo atau pemberat dicat dengan warna kuning muda.
• Umumnya ditemukan pada kapal tanker dan pengangkut gas.
13. Larutan Asam dan Caustik - Kuning/Oranye dengan Garis-garis
• Pipa kimia berbahaya ditandai dengan warna kuning atau oranye dan pola garis-garis khusus untuk peringatan. Pelabelan dan Keamanan
Selain kode warna, sistem perpipaan kapal sering kali memiliki label atau tanda yang menampilkan isi dan arah aliran pipa. Hal ini meningkatkan keamanan dengan memberikan informasi yang jelas, terutama dalam keadaan darurat.
Meskipun warna-warna ini umumnya digunakan secara internasional, variasi mungkin ada tergantung pada standar regional atau jenis kapal.
