📌 Persyaratan Kopling 📌
Kopling diperlukan untuk menghubungkan daya putar dari roda gila mesin ke kotak roda gigi terutama pada saat pemilihan gigi yang tepat, khususnya pada saat menghidupkan, atau menggerakkan traktor dari posisi diam.
Kopling yang digunakan pada mobil dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Kopling tipe gesekKopling kerucut
Kopling gesek tipe pelatKopling tipe basah
Kopling tipe kering
Kopling pelat tunggal
Kopling pelat tunggal tipe pegas aksial
Kopling pelat tunggal tipe diafragma
Kopling pelat ganda
Kopling tipe basah
Kopling kerucut
Kopling cair
Traktor pertanian sebagian besar menggunakan pegas aksial
Kopling, seperti namanya, menggunakan gaya kopling (gaya aksial) untuk mentransmisikan gerakan putar dari satu poros ke poros lainnya. Sebagian besar kopling traktor adalah kopling gesek. Untuk menyalurkan daya dari poros 1 ke poros 2, cakram pipih dipaksa bersama dengan gaya (gaya aksial), F. Gesekan antara cakram, A dan B, menyebabkan gerakan rotasi poros 1 disalurkan ke poros 2.
Torsi yang dapat disalurkan sistem ini diberikan oleh
T= uFR
Di mana u = koefisien gesekan antara dua cakram A dan B
F = Gaya aksial yang digunakan untuk menyatukan kedua cakram.
R = radius efektif rata-rata permukaan gesekan cakram.
📌Persyaratan kopling yang baik📌
Kopling harus mampu menyalurkan 1,25 hingga 1,50 kali torsi mesin maksimum.
Material kopling harus memiliki koefisien fungsi yang baik.
Banyak panas yang dihasilkan karena gerakan relatif antara roda gila, pelat penekan, dan pelat kopling selama pengoperasian kopling. Panas ini perlu segera dihilangkan, jika tidak, suhu tinggi dapat merusak komponen kopling.
Kopling harus memiliki momen inersia yang rendah, jika tidak, kopling akan terus berputar dengan kecepatan tinggi bahkan selama pergantian gigi. Penyerapan Getaran dan Sentakan. Kopling harus mampu menahan sentakan tiba-tiba yang terjadi saat pelat kopling bersentuhan dengan roda gila yang berputar. Kopling harus seimbang secara dinamis atau akan menimbulkan getaran pada kecepatan tinggi. Pengoperasian pedal kopling harus mudah bagi operator dan tidak melelahkan, terutama untuk pengoperasian dalam jangka waktu lama. Komponen utama kopling gesek tipe Pegas Aksial Pelat Tunggal Roda gila: Terhubung ke poros engkol mesin dan digunakan untuk menyimpan energi. Pelat Kopling: Terdiri dari cakram baja dengan bagian tengah beralur. Bahan gesekan dipasang (dipaku keling) di sekeliling cakram baja. Pelat Tekanan: Pelat tekanan mendorong pelat kopling ke roda gila karena tekanan pegas sehingga pelat kopling di satu sisi dan roda gila di sisi lainnya. Pegas Aksial: Pegas aksial memberikan gaya penjepit yang dengannya daya dapat disalurkan dari roda gila ke pelat kopling. Penutup kopling: Tidak hanya menutupi komponen kopling, tetapi juga menyediakan gerakan dari roda gila ke pelat penekan.
Sistem pelepasan kopling: terdiri dari komponen-komponen yang diperlukan untuk mengaktifkan-melepaskan transmisi daya ke pelat kopling.
📌Bahan Penutup Kopling📌
Saat memilih bahan untuk penutup kopling, perlu diingat bahwa bahan tersebut harus memiliki koefisien gesekan yang tinggi, pembangkitan panas yang rendah, dan pembuangan panas yang dihasilkan dengan cepat. Kualitas-kualitas ini saling bertentangan. Oleh karena itu, harus ada keseimbangan. Bahan-bahan yang paling umum yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
Kulit
Gabus
Kain
Asbes
Bahan Ferodo

