1. Mengidentifikasi dan melacak kapal
2. Bertukar informasi kapal
3. Meningkatkan navigasi dan keselamatan
*Fitur Utama:*
1. Pelacakan kapal secara real-time
2. Transmisi otomatis informasi kapal (misalnya, posisi, kecepatan, haluan)
3. Penerimaan informasi dari kapal di sekitar
4. Integrasi dengan Sistem Informasi dan Tampilan Peta Elektronik (ECDIS)
5. Pembuatan peringatan untuk potensi tabrakan atau masalah keselamatan
*Jenis AIS:*
1. AIS Kelas A (wajib untuk kapal SOLAS): Daya tinggi, fitur canggih
2. AIS Kelas B (kapal rekreasi dan kecil): Daya rendah, fitur dasar
3. Stasiun Pangkalan AIS (berbasis pantai): Menerima dan memproses data AIS
*Data AIS:*
1. Identitas kapal (nama, MMSI, tanda panggilan)
2. Posisi (lintang, bujur)
3. Haluan dan kecepatan
4. Arah
5. Status navigasi (misalnya, sedang berlayar, berlabuh)
6. Informasi terkait keselamatan (misalnya, bahaya, peringatan)
*Manfaat:*
1. Peningkatan navigasi dan keselamatan
2. Peningkatan kesadaran situasional
3. Pengurangan risiko tabrakan
4. Manajemen lalu lintas kapal yang efisien
5. Pemantauan dan perlindungan lingkungan
*Peraturan:*
1. SOLAS (Safety of Life at Sea) mewajibkan AIS untuk kapal tertentu
2. IMO (International Maritime Organization) mengatur penerapan AIS
3. Peraturan negara bendera dan negara pantai dapat berlaku
*Aplikasi:*
1. Navigasi dan keselamatan maritim
2. Manajemen lalu lintas kapal
3. Pengawasan dan keamanan pesisir
4. Pemantauan lingkungan
5. Penelitian dan pengembangan
*Kemajuan Teknologi:*
1. AIS Satelit (S-AIS)
2. AIS Jarak Jauh (LR-AIS)
3. Sistem Pertukaran Data VHF (VDES)
4. Sistem AIS dan radar terintegrasi
