AC Mobil - Prinsip dasar Kerjanya

 

Dasar-Dasar AC Mobil




Jika berbicara tentang AC mobil, kebanyakan orang menganggapnya biasa saja. Lagi pula, AC mobil seharusnya berfungsi dengan baik, bukan? Sayangnya, tidak selalu demikian. Penting untuk memahami dasar-dasar cara kerja AC mobil agar Anda dapat memastikan kendaraan Anda tetap berjalan lancar.

Tanpa AC, berkendara di daerah beriklim hangat seperti Australia akan menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan bagi pengemudi biasa. Jika Anda serius ingin menjaga AC mobil Anda, baca terus untuk mempelajari lebih lanjut!


Cara Kerja AC Mobil

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana cara kerja AC mobil? AC mobil pada dasarnya bekerja dengan cara yang sama selama keberadaannya di dunia modern, yaitu mendinginkan dan menghilangkan kelembapan dari udara.

Sistem AC kendaraan Anda ditenagai oleh gas refrigeran dan menggunakan kompresor untuk mendinginkan udara di dalam kabin. Kompresor terhubung ke evaporator yang mendinginkan udara saat melewatinya. Udara dingin kemudian dikirim melalui ventilasi di kabin mobil Anda. Saat Anda mematikan mesin mobil, gas refrigeran berhenti mengalir dan mobil akan memanas lagi dengan cepat.


Agar AC mobil berfungsi dengan baik, ada tiga bagian utama pada sistem.

Kompresor

Kondensor

Evaporator


Ada juga beberapa bagian rumit lainnya untuk menjaga sistem tetap berjalan lancar seperti "penerima" dan "katup ekspansi termal".

1. Sisi Tekanan Tinggi

Semua sistem AC mobil merupakan loop tertutup sepenuhnya. Dalam satu loop penuh, ia mengubah keadaan materi sebanyak 3 kali dengan sisi tekanan tinggi dan sisi tekanan rendah.


Kita akan mulai dengan sisi tekanan tinggi yang mengalir dari mesin ke kompartemen penumpang.


a. Kompresor

Kompresor adalah pompa yang digerakkan oleh sabuk yang terpasang pada poros engkol mesin. Refrigeran ditarik ke kompresor sebagai bentuk gas bertekanan rendah.

Setelah gas berada di dalam pompa, gas tersebut diberi tekanan ekstrem (250psi-400psi) dan dipaksa keluar ke kondensor. Kompresor tidak dapat memampatkan cairan, hanya gas.


b. Kondensor

Kondensor pada dasarnya adalah radiator, dan fungsinya sama dengan radiator di kendaraan Anda, yaitu untuk mengeluarkan panas dari sistem. Refrigeran memasuki kondensor sebagai gas bertekanan tinggi dari kompresor.

Proses pemberian tekanan pada gas dan pemindahannya ke kondensor menghasilkan panas, tetapi udara yang mengalir melalui sirip dan tabung kondensor mendinginkan refrigeran (mengembun) sehingga mengubah wujud gas menjadi cairan bertekanan tinggi.

Bayangkan uap mendingin dan mengembun kembali menjadi air, dan Anda sudah mendapatkan gambarannya. Refrigeran cair sekarang menjadi cairan bertekanan tinggi dan hampir siap untuk mendinginkan mobil.


c. Receiver-Dryer

Refrigeran perlu dipersiapkan untuk evaporator. Saat keluar dari kondensor, cairan melewati reservoir kecil yang terpasang di saluran. Penerima-pengering ini berisi bahan pengering dan butiran kecil yang menarik uap air.

Di penerima-pengering, bahan pengering membuang air yang masuk ke dalam sistem. Jika uap air dibiarkan tetap berada di dalam sistem, air akan bereaksi dengan permukaan logam internal dan bercampur dengan oli pelumas sistem yang menghasilkan asam dan endapan lumpur yang menyebabkan kegagalan dini pada sistem pendingin udara.


2. Sisi Tekanan Rendah

Sekarang cairan telah disiapkan, saatnya untuk beralih ke sisi tekanan rendah. Tekanan telah turun secara signifikan di bawah tekanan atmosfer dan karenanya dinamakan Saluran Tekanan Rendah (LP). Saluran LP ini akan berjalan melalui katup ekspansi tempat suhu refrigeran berubah dari cairan bersuhu tinggi menjadi sangat rendah.


a. Katup Ekspansi Termal

Di sini, sistem berubah dari sisi tekanan tinggi ke sisi tekanan rendah. Jika Anda menyentuh bagian sistem ini, Anda akan merasakannya berubah dari panas menjadi dingin.

Refrigeran cair bertekanan tinggi mengalir dari receiver-dryer melalui katup ekspansi, tempat ia dibiarkan mengembang. Ekspansi ini mengurangi tekanan pada refrigeran, sehingga dapat bergerak ke evaporator.

Katup mendeteksi tekanan dan mengatur aliran refrigeran, yang memungkinkan sistem beroperasi dengan stabil, tetapi bagian katup yang bergerak dapat aus dan terkadang perlu diganti.


b. Evaporator

Sementara semua bagian sistem lainnya terletak di kompartemen mesin, evaporator berada di kabin, biasanya di atas ruang kaki di sisi penumpang. Evaporator tampak mirip dengan radiator, dengan kumparan tabung dan siripnya, tetapi tugasnya adalah menyerap panas daripada menghilangkannya.

Refrigeran memasuki kumparan evaporator sebagai cairan dingin bertekanan rendah, idealnya pada 0 derajat Celsius, itulah sebabnya Anda tidak menginginkan air di dalam sistem. Refrigeran tidak membeku pada suhu ini, tetapi memiliki titik didih yang sangat rendah.

Gas keluar dari evaporator dan keluar dari kompartemen penumpang mobil, membawa serta panasnya. Kipas yang bertiup di bagian luar kumparan evaporator meniupkan udara dingin ke dalam kompartemen penumpang. Refrigeran dalam bentuk gas kemudian memasuki kompresor, di mana ia diberi tekanan dan seluruh proses dimulai lagi.



Memelihara Sistem AC Mobil Anda

Cara terbaik untuk memastikan bahwa sistem AC mobil Anda tetap bekerja dengan baik adalah melalui perawatan rutin dengan melakukan servis setiap 1-2 tahun.


Ini termasuk memeriksa hal-hal berikut:

Memeriksa level/tekanan gas

Memeriksa kebocoran

Memeriksa integritas selang dan saluran AC

Memeriksa komponen AC dalam kondisi kerja yang baik.

Memeriksa/Mengganti filter kabin


Dengan melakukan ini, Anda memastikan bahwa AC Anda berfungsi sebagaimana mestinya dan membantu mencegah perbaikan yang mahal. Ini akan membantu menjaga AC Anda tetap bekerja secara efisien dan membantu memperpanjang masa pakainya.


.